Rabu, 29 April 2015

HAL YANG SEBAIKNYA DIHINDARI MAHASISWA

Hal yang patut dihindari mahasiswa


Sebagai mahasiswa kaum akademis, kaum terdidik sebaiknya menyadari etika mempelajari ilmu dan memperoleh ilmu agar tidak terjadi gesekan ataupun gangguan dikemudian hari. Saya sebagai penulis juga bukanlah orang yang sempurna dan menjalankan semua hal dibawah ini. Namun jika kita harus menunggu diri sempurna, apalah gunanya saling mengingatkan.

1. Menghindari menyontek

Beberapa mahasiswa (tidak semua) mahasiswa melakukan hal ini. Beberapa diantaranya berdalih karena lingkungan yang memengaruhinya, maka dia juga ikut menyontek. Ada juga yang mengaku karena terpaksa dan terdesak waktu. Terpaksa karenaa tidak bisa maka menyontek, terpaksa karena waktu yang mendesak dan penting maka menyontek.
Tidak sepatutnya, meyalahkan lingkungan sebagai sebab kita menyontek, pun tidak sebaiknya menyalahkan keadaan dan kondisi sebagai sebab dari perilaku menyontek ini. Memperlihatkan apa adanya kepada dosen itu lebih baik dari pada memperlihatkan hasil keringat dan pemikiran orang lain.
Menyontek juga bukanlah hal yang etis apalagi patut untuk dibudayakan sebagai tradisi akademik, apapun alasannya. Lalu bagaimana penyelesaian dari menyontek ini? Ada cara yang paling mudah sebenarnya namun tidak gampang. Diperlukan kebiasaan dan keterbukaan pikiran. Yakni memparafrase.

Salah kaprah dengan paraphrase.
Sangat berbeda dengan menyontek paraphrase, menurut saya adalah sebuah tindakan untuk memodifikasi kembali apa yang telah kita baca berdasarkan pengalaman, kata-kata dan jalan pikiran kita masing-masing tanpa menghilangkan esensi pesan yang ada dalam teks bacaan tersebut.
Paraphrase juga merupakan modal utama bagi seorang penulis non-fiksi, menurut saya. Memparafrase berasal dari bahasa Inggris yakni to repeat something written or spoken using different words, often in a humorous form or in a simpler and shorter form that makes the original meaning clearer. Dikatakan disini bahwa, paraphrase adalahh mengulangi sesuatu yang ditulis atau sesuatu yang telah dibicarakan dengan bahasa yang berbeda, biasanya dalam bentuk yang menyenangkan atau dalam bentuk yang lebih simple dan bentuk yang lebih pendek yang membuat bentuk aslinya lebih jelas.
       Pada tingkat tuturan kita bisa mendeskripsikan kembali apa yang telah kita dengar dalam bentuk refleksi yang hasilnya dapat dilihat pada bentuk teks report. Sehingga ada yang disebut dengan reading report.
Tertarik untuk meninggalkan kebiasaan menyontek? Bagaimana?. Menyontek itu apapun cara dan alasannya, baik dalam cara kasar, lembut dan meronrong tetaplah kasar. Saja jadi teringat peminta sumbangan dari panti asuhan yang meminta dengan kata-kata yang kasar dan nada memaksa.  Mau disamakan seperti itu? Pastinya tidak.  saya yakin.
2. Menghindari tindakan kopi paste secara utuh

Everything is ready on your hand through mobile. Kebiasaan ini juga tidak kalah tidak ber-etika-nya. sebahagian mahasiswa mengkopi seluwesnya saja diblog teman tanpa meminta izin apalagi mencantumkan nama penulis blog atau web. Jika sudah seperti ini, sepertinya guys, you have to know bahwa penulis blog itu kadang tidak tidur dan menyiapkan uang dan waktu ekstra untuk menulis maka hargai mereka dengan selayaknya.
3. Hindari meremehkan pengajar, siapa tahu pengajar tidak sengaja mendengar suara anda.
Ini lah manfaat menjauhi sifat stab behind. Usahakan jika tidak suka berdialog dengan orang yang dianggap bisa memberikan solusi atas ketidak patutan dosen dan perlakuan yang tidak meng-enakkan dari dosen atau silahkan ke pihak yang memang layak menangani masalah ini.    


created by PS

Jumat, 03 April 2015

Coretan hari ini

Kubah masjid
Pada saat kuliah fonologi generative, prof sempat bertanya kepada kami “do you know dome?”. Kami membiarkan prof menjawab dengan caranya. Sepertinya dia ingin menceritakan sesuatu, aku pun mendengarkan dengan keharuan. Dome itu berarti kubah, sambil menggambar bentuk. “Ini sebenarnya pengaruh dari orang eropa. Kamu liat itu kubah mesjid sekarang? Itu sebenarnya pegaruh kubahnya orang eropa.


   Kalau yang bentuknya begini, sambil menggambar bentuk segitiga di papan. “Ini pengaruh siapa? Hm?” sambil menunggu jawaban dari kami “dari orang hindu”. “Kalau kubah masjidnya orang Arab sebenarnya datar”, sambil menggambar garis horizontal di papan.
Saya jadi teringat kata-kata salah seorang ustadz ketika berceramah, “sebenarnya kubah masjid itu tidak perlu mewah dan bercat, itu tidak wajib dan tidak harus mengeluarkan banyak dana untuk itu.”.
Berikut merupakan terjemahan dari kata dome, pad akamus Cambridge dan kamus 2.04.
 
Dome pada kamus Cambridge diterjemahkan sebagai : atap yang dibulatkan pada bangunan atau sebuah ruangan.

Pada kamus 2.04 dome diterjemahkan sebagai kubah dari gereja. Terjemahan kedua yakni lengkungan pada puncak.
Maksud saya menulis ini adalah membuka wawasan kita semua aka nasal kubah dan juga pengetahuan kita tentang ini. Bukan untuk menghakimi, silahkan membaca
selamat

About Me



Ingin ku berkata

            Begitu banyak kisah yang ingin kutuliskan dari kemarin namun Alhamdulillah baru kali ini, aku memiliki kesempatan untuk menarikkan jemariku diatas keyboard yang indah ini. Terima kasih yang tak terhingga kepada orang-orang yang telah menjadi sebab leptop ini ada didepan jari ini. Kepada bapakku yang senantiasa membiayaiku dan memfasiliitasiku untuk menuntut ilmu dunia dan juga akhirat. Mengantarkanku di wisma tahfidz 8 tahun yang lalu. Walaupun wisma tahfidz Mahasiswa. Aku belajar banyak dari wisma tahfidz itu. Belajar menjadi mahasiswa dan penghafal Al-Qur’an. Banyak hal yang ingin kuceritakan tentang wisma tahfidz itu di atas lembaran putih ini namun keterbatasan diksi yang kumiliki untuk menggambarkan tahfidz itu mencukupkanku pada hal-hal yang bisa ku serap dan bermanfaat untuk masa depanku.          

       Pertengahan 2008 adalah langkah awalku mengenal dunia perkuliahan dan juga dakwah. Walau sebelumnya pernah mengenal ngaji di sekolah 2 tahun sebelumnya. di SMA itu. Perkenalanku dengan wisma tahfidz ini karena sebab dari mbak dian. Dia tahu aku begitu antusius untuk menghafal dan belajar baik al-qur’an dan bahasa. Itulah sebabnya aku memilih sastra Inggris karena aku telah mempersiapkan diri untuk mempelajari bahasa lain selain Inggris. Dua pecan tinggal disitu membuatku kerasan dan mengetahui rutinitas mereka dengan baik. Salah seorang mahasiswa disitu merupakan teman liqo waktu SMA. Dia mengambil jurusan pertanian di salah satu universitas terbaik di propinsi itu.
Rutinitas yang biasa kemi lakukan di wisma tahfdz itu dimulai sejak jam tiga atau wam empat dini hari. Banngun lebih awal dari fajar dan kokok ayam itulah yang dilakukan oleh mahasiswa disitu.  Malam hari mereka telah biasa merampungkan seluruh tugas kuliah dan waktu sepertiga malam terkahir mereka sering berbicara dengan Rabbnya.    


lagi