Ingin
ku berkata
Begitu banyak kisah yang ingin
kutuliskan dari kemarin namun Alhamdulillah baru kali ini, aku memiliki
kesempatan untuk menarikkan jemariku diatas keyboard yang indah ini. Terima
kasih yang tak terhingga kepada orang-orang yang telah menjadi sebab leptop ini
ada didepan jari ini. Kepada bapakku yang senantiasa membiayaiku dan
memfasiliitasiku untuk menuntut ilmu dunia dan juga akhirat. Mengantarkanku di
wisma tahfidz 8 tahun yang lalu. Walaupun wisma tahfidz Mahasiswa. Aku belajar
banyak dari wisma tahfidz itu. Belajar menjadi mahasiswa dan penghafal
Al-Qur’an. Banyak hal yang ingin kuceritakan tentang wisma tahfidz itu di atas
lembaran putih ini namun keterbatasan diksi yang kumiliki untuk menggambarkan
tahfidz itu mencukupkanku pada hal-hal yang bisa ku serap dan bermanfaat untuk
masa depanku.
Pertengahan 2008
adalah langkah awalku mengenal dunia perkuliahan dan juga dakwah. Walau
sebelumnya pernah mengenal ngaji di sekolah 2 tahun sebelumnya. di SMA itu. Perkenalanku
dengan wisma tahfidz ini karena sebab dari mbak dian. Dia tahu aku begitu
antusius untuk menghafal dan belajar baik al-qur’an dan bahasa. Itulah sebabnya
aku memilih sastra Inggris karena aku telah mempersiapkan diri untuk
mempelajari bahasa lain selain Inggris. Dua pecan tinggal disitu membuatku
kerasan dan mengetahui rutinitas mereka dengan baik. Salah seorang mahasiswa disitu merupakan teman
liqo waktu SMA. Dia mengambil jurusan pertanian di salah satu universitas
terbaik di propinsi itu.
Rutinitas yang biasa kemi lakukan di
wisma tahfdz itu dimulai sejak jam tiga atau wam empat dini hari. Banngun lebih
awal dari fajar dan kokok ayam itulah yang dilakukan oleh mahasiswa
disitu. Malam hari mereka telah biasa merampungkan
seluruh tugas kuliah dan waktu sepertiga malam terkahir mereka sering berbicara
dengan Rabbnya.
lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar